Friday, January 6, 2012
Masih tentang Jum'at
The virtue of Jumah....
Thursday, January 5, 2012
Saat Menjelang Sakaratul Maut.........
Saturday, November 19, 2011
Jagalah Lidah....................
Ketika Rasul Sallalahu Alaihi Wassallam ,
melakukan perjalanan mi'raj,
beliau sempat di pertunjukkan Allah keadaan di neraka,
dimana sebagian besar penghuninya adalah kaum perempuan,
nauzubillahi minn zhaliik.....
semoga kita tidak termasuk salah satu diantaranya,
Insya Allah...............
Ketika mendengar pengajian kemaren dan seperti yang biasa di bicarakan oleh para guru2,
khatib2, ustadz2 atau ustazah,
hal ini adalah dikarenakan sikap dan perilaku perempuan itu sendiri.
Perempuan yang suka tidak bersyukur atas kebaikan suaminya,
suka berghibah, suka mencela, suka memfitnah,
dan , suka apalagi ya???
Ini dia, ,........perempuan itu suka menghabiskan waktu luang dengan berangan2, lalu ngumpul2,
dan kalau gak ngumpul ya ngobrol2,
telphon2an dan akhirnya jadi deh........bikin dosa.
Syetan paling tau kelemahan perempuan tidak tahan sendirian dan gak tahan kalau gak ngomong......
jadi dipergunakanlah kesempatan ini untuk menyesatkan.
Yg paling bengkok dari wanita adalah kepalanya,
karena disana ada mulut dan lidahnya,
yang akan mampu membengkokkan kaum pria, asataghfirullah......
Nah itulah dia, yang paling harus dijaga oleh kaum yang namanya perempuan,
L I D A H,
karena daging yang gak ada tulangnya ini mampu melakukan apa saja yang umumnya berakibat buruk..........
meski tentu saja dapat juga menbuat effect baik tergantung dari tingkat keimanan si pemiliknya.....
Seperti kata pepatah, lidah itu jauh lebih tajam dari pedang.......
maka berhati2lah.
Ach akupun seringkali melakukan kesalahan karena lidahku,
maafkan hamba ya Allah,
tolong kunci mulut hamba dan jangan biarkan bibir hamba terbuka sehingga mampu mengeluarkan kata2 yang tidak seharusnya hamba katakan,
apalagi itu sampai melukai saudara2 hamba........
astaghfiruka wa atubu ilaik,
aku bertaubat dan minta ampun kepadaMu ya Allah
Friday, November 4, 2011
Curhat pagi ini, ....Tolong Hamba Ya Rabb...
Ya Allah, belakangan ini rasanya hati ini tersiksa dan sangat tersakiti oleh nya…...betapa aku hanya bisa mengadukan padaNya saja, karena aku tau tak mungkin mengadukannya pada orang lain, selain tak akan memberikan solusi, juga hanya akan menambah beban batin..
Ya Allah , lihatlah air mata ini, mengalir tiada henti, bukan hamba tak berterimakasih atas nikmat kesedihan yang Engkau berikan, bukan ya Allah, hamba bersyukur masih mampu merasakan kesedihan, namun hamba tidak kuat ya Allah...kalau boleh memohon beri saja penderitaan ini pada orang lain ya Allah.
Ya Allah lihatlah luka hati ini, luka merah penuh darah dan sangat perih, bukan juga hamba tak berterimakasih atas nikmat sakit hati yang Engkau berikan ya Allah, sama sekali tidak, hamba bersyukur masih mampu merasakan sakit hati, masih bisa menahan kepedihan jiwa, namun sekali lagi, kalau boleh hamba bermohon, hamba tidak mampu ya Allah, beri saja sakit hati ini pada orang lain ya Allah.
Ya Allah Ya Rabb dengarlah tangisan ini, tangisan pilu tumpahan kesedihan hamba ya Allah, dan bukan juga hamba tak berterimakasih atas nikmat sedih yang Engkau timpakan pada hamba ya Allah, namun hamba tak mampu menahannya ya Allah terlalu berat rasanya, kalau boleh memohon, berikan saja tanggisan kesedihan ini untuk orang lain ya Allah.
Ya Allah Ya Ghafur, liriklah kelemahan hambaMu ini, aku tak kuasa menahannya ya Rabb, hamba tak kuasa menahan semuanya, dan hamba tak mampu menanggungnya……hamba bersyukur atas semua kesedihan, semua luka, semua penderitaan yang Engkau berikan pada hamba, namun lagi2, hamba adalah seorang yang lemah ya Allah, beri hamba kekuatan dalam mengatasinya, atau berikan saja pada orang lain ya Allah.
Ya Allah, hamba tak ingin benci padanya, hamba tak ingin membalas perbuatannya, dan hamba juga tak ingin menyakitinya karena hamba telah merasakan semuanya, berilah dia kebahagiaan ya Allah, lindungilah dia ya Allah, dan beri dia hidayahMu ya Allah……
Hamba tidak ingin melakukan hal serupa padanya karena hamba ingin lebih baik darinya Ya Allah.
Kalau memang Engkau ingin memberikan kebaikan pada hamba, maka beri hamba kekuatan , ketabahan dan kesabaran agar hamba mampu menyelesaikannya dengan baik Ya Allah.
Ampuni hamba ya Allah dan ampuni juga dia Ya Allah , Ya Ghofur, karena sesungguhnya kami hambaMu seringkali menzholimi diri sendiri,
Wednesday, November 2, 2011
Jangan pelit...........................sesungguhnya Allah tidak menyukainya.
Dan janganlah orang-orang yang mempunyai kelebihan dan kelapangan di antara kamu bersumpah bahwa mereka [tidak] akan memberi [bantuan] kepada kaum kerabat [nya], orang-orang yang miskin dan orang-orang yang berhijrah pada jalan Allah, dan hendaklah mereka mema’afkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang [1]. (22) al noor
Ya Allah, firman ini mengingatkanku pada seseorang yang mengharamkan sebagian dari rezeki yang diperolehnya untuk pendidikan seorang anak yang dengan taqdir Allah tak memiliki ayah.....
Sungguh betapa upaya yang kulakukan untuk memberi pengertian padanya, namun dengan izin Allah juga , pengertian itu tak kunjung dimilikinya....
Salut dan kagum ku untuk anak yang begitu sabar, dan memaklumi keadaannya, sehingga dengan tabah dia berkata:" mungkin hanya itu batas pengetahuannya, dan sayapun tak memerlukan pertolongannya, biarlah Allah saja yang memberikan pertolongan pada saya.".
Subhanallah, alangkah sabarnya engkau anak, semoga Allah senantiasa memberikan hidayah dan ridhoNya padamu....
Dan semoga juga Allah memberikan hidayahNya pada orang yang pelit tersebut serta diberikan rezeki yang banyak agar dia mampu menyedekahkan sebagiannya pada orang yang membutuhkan seperti dirimu.
Ya Allah hindari aku dari bersikap bakhil seperti orang itu, dan panjangkan tanganku agar senantiasa ikhlas untuk membantu orang yang membutuhkan dalam kondisi ada maupun tiada, aamiin Ya Robb Al Aamiin..
Tuesday, October 25, 2011
Cuhat sore ini .................berhati2lah sebelum berucap....
Berapa banyak orang yang bicara tanpa berfikir??? Apakah yang diucapkannya itu indah didengar telinga, ataukah menyakitkan hingga menusuk ke ulu hati?????
Rasanya banyak koq yang berfikir terlebih dahulu sebelum berucap, itu tidak diragukan, namun sayangnya lebih banyak yang berucap tanpa berfikir, seolah memuntahkan sesuatu dari perutnya sehingga yang keluar sering kali menjijikkan……
Tulisan ini terutama untuk mengingatkan diri saya sendiri, sebegitu hati2nya dikala berucap namun tidak jarang ada saja orang yang tersinggung, sakit hati, dan marah, subhanallah….
Benarlah kata sebuah pepatah yang dalam bahasa bataknya kira2 berbunyi seperti ini
Easy is, to talk without thinking
Difficult is, to refrain the tongue
Begitu mudahnya kita mengeluarkan kata2 tanpa melalui proses penyaringan di otak, namun begitu susahnya untuk menahan diri dari menjaga lidah..
Pantas kata uajr2, lidah itu lebih tajam dari pedang, karena banyak perseteruan terjadi hanya karena perbuatan lidah yang tak bertulang..
Berapa banyak rumah tangga hancur, karena tak mampu menjaga lidah, dan berapa banyak kaum perempuan masuk neraka, karena lidahnya menari2 tanpa kendali, astaghfirullah….
Betapa diri ini berusaha untuk bisa berfikir sebelum berucap, betapa diri ini berusaha menahan lidah agar tak lepas kendali, namun pada kenyataannya, nafsu menguasai diri dan akhirnya penyesalan yang datang..
Betapa lidah yang panjangnya Cuma sepanjang jari mampu menjerumuskan manusia ke jurang penderitaan yang dalam, bahkan penderitaan panjang, yaitu neraka jahannam…..nauzubillah….
Kadangkala, kita berucap tidak bermaksud untuk melukai seseorang, namun pada kenayataannya, orang terluka, orang tersinggung, orang sakit hati………...masih untung kalau yang mendengar, mengatakan bahwa dia terluka hingga kita bisa minta maaf.
Tapi seringkali pula seseorang pergi begitu saja membawa sakit hatinya…...nah lho, bagaimana dong???? Dan inilah yang seringkali terjadi serta saya alami……
Kita tidak tau dimana yang salah yang kita ucapkan, apanya yang menyakitkan, apa sebab membuatnya begitu sakit dan meninggalkan…..
Hik hik hik……...gimana mau minta maaf, gimana kita tau, dan gimana mau memperbaiki diri, kalau orang gak bilang???
Itulah pentingnya komunikasi, katakan kalau gak suka, ngomong kalau tersinggung, bicara kalau memang itu terasa menyakitkan…….jadi kita bisa tau dimana yang harus dibenarin…
Ech ,…… sayangnya, kita taunya seminggu kemudian itupun dari fihak ketiga…..yg tentunya sudah lain ceritanya.
Karena biasanya ,sudah ada bumbu miwon, atau ajinomotonya , sehingga tambah serulah ceritanya, seharusnya Cuma karedok, jadi gado2 dech..
Lagi bingung nih sore2 begini mau nulis apa jadi keluarlah uneg2 yang gak penting ini.
Ya Allah, beri hamba hidayahMu agar tiap kali berucap, tidak menyakiti hambaMu, agar tiap kali berucap hanya yang perlu, agar tiap kali berucap berfikir terlebih dahulu…aamiin.
Monday, October 24, 2011
Curhat pagi ini...................Dengar musik , Gimana ya Menghilangkannya???????
Ya Allah, saya bingung………….dulu ketika kecil, memang begitu getol dan kerasnya ayah mengatakan untuk tidak mendengarkan nyanyian2, music dan sejenisnya.
Namun karena masih kecil , remaja dan penuh dengan gaya muda, peringatan atau larangan itu tak digubris…
Radio jaman dahulu menyediakan banyak sekali lagu2 pilihan……,casette murah meriah, belakangan ada technology CD dan terakhir MP3….
Seolah terpuaskan, semua fasilitas ada tersedia dan begitu mudahnya sehingga kesukaan yang satu ini semakin mengakar urat…
Tak pernah berfikir kenapa ayah melarang untuk mendengarkan lagu, mungkin karena musiknya tidak sesuai dengan selera orang tua, maklum saya mendengarkan segala jenis musik kecuali rock dan dangdut dikala itu…...country, jazz, classic dan pop adalah yang paling sering mendayu2 ditelinga…
Hingga dewasa, menikah dan tua seperti sekarang ini, mendengarkan lagu atau nyanyian masih sering dilakukan, meski setahun belakangan berusaha untuk total tidak lagi melakukannya, namun hati masih suka tergoda………
Sebagian ulama menyatakan boleh asal tidak melalaikan kita dari mengingat Allah, dan sebagian secara tegas menyatakan "haram" sesuai dengan hadish , berikut ini:
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam dalam haditsnya.
"Artinya : Akan ada suatu kaum dari umatku menghalalkan zina, sutera, khamr dan alat musik".
Seandainya dulu, ayah menjelaskan mengapa tidak boleh mendengarkan lagu beserta alasannya, mungkin saya tidak akan seperti ini, mungkin dulu jika beliau memberikan pengertian dengan dalil hadis dan sebagainya, saya tentu tidak ketagihan begini,.
Namun nasi sudah menjadi bubur dan saya tak mau menyalahkan ayah, yang mungkin ketika itupun pengetahhuannya tentang nyanyian terbatas atau beliau tidak punya dalil yang tepat karena keterbatasan sarana menuntut ilmu dikala itu..
Bersyukrulah kita yang diberi kesempatan hidup sekarang dimana ilmu dan informasi berada diujung jari……
So tidak ada alasan untuk bilang tidak tau…..
Meski sudah baca hadishnya, meski sudah tanya sana sini, sudah baca sana sini, tapi karena tidak adanya keseragaman pendapat para ulama, saya masih bingung, sesungguhnya boleh atau tidak….
Banyak yang memperbolehkan, dengan dalil yang mereka kemukakan, dan banyak juga yang mengahramkan, tentu dengan dalil mereka juga.
Sedang berusaha untuk menghindari mendengarkan lagu, nyanyian, music dan sejenisnya, meski susahhhhh banget, Insya Allah diridhoi olehnya, takut kalau besok mati gak bisa mempertanggung jawabkannya.
Sunday, October 23, 2011
I beg You.............and grant it please
Renungan sore ini........belajar bercermin..
Easy is to judge the mistakes of others
Difficult is to recognize our own mistakes
Memang sifat dasar manusia itu selalu melihat apa yang ada diluar, ibarat kata pepatah, kuman diseberang lautan nampak, gajah dipelupuk mata tak keliatan…..astaghfirullah.
Dan dalam kehidupan sehari2 seringkali kita lupa dengan diri sendiri, kita selalu ingin menilai orang lain, tak mau mencoba menemukan cela pada diri kita, sementara begitu mudahnya kita melihat cela orang lain..
Padahal jika saja kita mau bercermin sejenak saja,, mungkin cela kita jauh lebih banyak dari cela orang lain.
Berapa banyak diantara kita membaca kesalahan, kekurangan , kelemahan orang lain dengan bangganya…… dan lupa bahwa mungkin diri kita lebih jelek dari orang yang sedang kita bicarakan.
Ach….kenapa kita tidak berusaha untuk memperbaiki diri, mencoba untuk melihat kedalam diri sendiri, mencoba untuk menilai seberapa buruknya diri ini……
Curhat hari ini ...................................berusaha untuk memperbaiki diri
Biasanya , sangat mudah bagi kita untuk mencari suatu alamat yang tertera di address book kita, apalagi jaman sekarang, dengan fasilitas goodle map.. Yahoo map. Map quest, dan satu lagi alat canggih yang bisa dibawa2 dalam saku..kemana saja anda berada, selalu setia dengan ramah menunjukkan anda kemana harus pergi untuk bisa segera sampai ke alamat yang di tuju, GPS…..
Mesin pencari alamat ini begitu canggihnya sehingga anda tak akan tersesat dijalan, meski tengah malam, dimana dana kapanpun anda bertanya dia akan menjawabnya segera, tanpa menyesatkan, seperti yang biasa dilakukan oleh org2 yg tdk bertanggung jawab, ketika kita bertanya malah dengan sengaja disesatkan..
Namun tahukan anda bahwa begitu sulitnya untuk mencari sedikit tempat dipojok hati seseorang agar mau menerima anda sebagai temannya atau mau memberikan sedikit dari sisa maaf yang dimilikinya pada anda?????
Hmmm…….manusia memang tidak sempurna, kita melakukan kesalahan yang kadang kita lakukan dengan sengaja, atau tidak dengan sengaja.
Beberapa waktu lalu seseorang marah padaku, entah apa salahku, padahal terakhir bertemu, seminggu sebelumnya tidak ada apa2, yakin karena kami berpisah dengan baik2 dan mengucap salam, tapi kemaren, saat diberi salam dia menjawab dengan wajah cemberut dan sangat kasar sekali.
Memberanikan diri bertanya, fulan apakah engkau marah padaku??
"Ya sedikit,..............................." katanya
"Apakah gerangan yang saya lakukan , dan tolong beri tau agar saya bisa memperbaiki diri, dan tolong maafkan saya.."
Aku gak mau membicarakan itu, dan aku gak mau bicara denganmu..
Astaghfirullah, teman yang begini baik, tiba2 berubah sikap, entah kenapa, wallahuallam, aku tak mau berburuk sangka..
Beri dia waktu, dan semoga Allah membuka hatinya untuk mau memaafkanku, serta diberi hidayah olehNya..aamiin.
Sungguh sangat tidak enak rasanya tiba2 dibenci seseorang, tidak juga dimaafkan, karena tak keluar kata itu darinya, dan yang paling fatal, tak tau apa kesalahanku, karena dia menarik diri tak mau bicara sama sekali…
Ach tepatlah kata diatas, sulit...., sangat sulit dan begitu sulitnya untuk mencari sedikit saja tempat dipojok hati seseorang agar mau menerima anda sebagai teman yang tulus dan memberi maaf untuk kita….
Begitu berhati2nya aku selama ini, ternyata tidak luput dari kelemahan, terbukti ada yang tersakiti, ...no matter what is it..
Maafkan aku teman, tak bisa lagi bicara padamu, karena kau tak mau membuka diri untukku, biarlah aku memohon ampun pada Allah, dan berusaha lebih baik lagi untuk bisa menjaga diri ini…..
Semoga Allah mengampuniku dan dirimu...dan semoga kita termasuk dalam golongan orang2 yang senantiasa di ridhoi olehNya, aamiin
Wednesday, September 28, 2011
Ketika seorang hamba berdialog dengan Penciptanya
Sungguh manusia itu memang tempatnya lupa, betapa seringkali Allah mengingatkan kita agar kembali kejalan yang benar, sayangnya sebagian besar dari kita selalu mengabaikan seruanNya.
Tanpa disadari kita telah menzolimi diri sendiri, sebuah dialog dan pengingat buat kita yang menamakan diri manusia hambaNya, namun berlagak melebihi dari padukaNya...
Sang Pencipta : Kamu memanggil-Ku ? bertanya pada kita hambaNya
Manusia : Memanggilmu ? Tidak.. Ini siapa ya ?
Sang Pencipta : Ini ALLAH. Aku mendengar doamu. Jadi Aku ingin berbincang-bincang
denganmu.
Manusia : Ya, saya memang sering berdoa, hanya agar saya merasa lebih baik. Tapi
sekarang saya sedang sibuk, sangat sibuk.
Sang Pencipta : Sedang sibuk apa? Semut juga sibuk.
Manusia : Nggak tau ya. Yang pasti saya tidak punya waktu luang sedikitpun. Hidup
jadi seperti diburu-buru. Setiap waktu telah menjadi waktu yg sangat sibuk terlalu banyak urusan terlalu banyak hal yg harus dikerjakan.
Sang Pencipta : Benar sekali. Aktifitas memberimu kesibukan. Tapi Produktifitas memberimu hasil. Aktifitas memakan waktu, Produktifitas membebaskan waktu.
Manusia : Saya mengerti itu. Tapi saya tetap tidak dapat menghidarinya. Sebenarnya, saya tidak mengharapkan ALLAH mengajakku ngobrol seperti ini.
Sang Pencipta : Aku ingin memecahkan masalahmu dengan waktu, dengan memberimu
beberapa petunjuk. Di era internet ini, Aku ingin menggunakan medium yang lebih nyaman untukmu daripada mimpi, misalnya.
Manusia : OKE, sekarang beritahu saya, mengapa hidup jadi begitu rumit ?
Sang Pencipta : Berhentilah menganalisa hidup. Jalani saja. Analisa-lah yang membuatnya jadi rumit.
Manusia : Kalau begitu mengapa kami manusia tidak pernah merasa senang ?
Sang Pencipta : Hari ini adalah hari esok yang kamu khawatirkan kemarin. Kamu merasa
khawatir karena kamu menganalisa. Merasa khawatir menjadi kebiasaanmu.
Karena itulah kamu tidak pernah merasa senang.
Manusia : Tapi bagaimana mungkin kita tidak khawatir jika ada begitu banyak
ketidakpastian.
Sang Pencipta : Ketidakpastian itu tidak bisa dihindari. Tapi kekhawatiran adalah sebuah
pilihan.
Manusia : Tapi, begitu banyak rasa sakit karena ketidakpastian.
Sang Pencipta : Rasa Sakit tidak bisa dihindari, tetapi Penderitaan adalah sebuah
pilihan.
Manusia : Jika Penderitaan itu pilihan, mengapa orang baik selalu menderita ?
Sang Pencipta : Intan tidak dapat diasah tanpa gesekan. Emas tidak dapat dimurnikan tanpa api. Orang baik melewati rintangan, tanpa menderita. Dengan pengalaman itu, hidup mereka menjadi lebih baik bukan sebaliknya.
Manusia : Maksudnya pengalaman pahit itu berguna ?
Sang Pencipta : Ya. Dari segala sisi, pengalaman adalah guru yang keras. Guru pengalaman memberi ujian dulu, baru pemahamannya.
Menusia : Tetapi, mengapa kami harus melalui semua ujian itu ? Mengapa kami tidak dapat hidup bebas dari masalah?
Sang Pencipta : Masalah adalah Rintangan yang ditujukan untuk meningkatkan kekuatan
mental. Kekuatan dari dalam diri bisa keluar dari perjuangan dan rintangan, bukan dari berleha-leha.
Manusia : Sejujurnya ditengah segala persoalan ini, kami tidak tahu kemana harus
melangkah...
Sang Pencipta : Jika kamu melihat ke luar, maka kamu tidak akan tahu kemana kamu
melangkah. Lihatlah ke dalam. Melihat ke luar, kamu bermimpi. Melihat kedalam, kamu terjaga. Mata memberimu penglihatan. Hati memberimu arah.
Manusia : Kadang-kadang ketidakberhasilan membuatku menderita. Apa yang dapat saya lakukan ?
Sang Pencipta : Keberhasilan adalah ukuran yang dibuat oleh orang lain. Kepuasan adalah ukuran yang dibuat olehmu sendiri. Mengetahui tujuan perjalanan akan terasa lebih memuaskan daripada mengetahui bahwa kau sedang berjalan.
Bekerjalah dengan kompas, biarkan orang lain bekejaran dengan waktu.
Manunsia : Di dalam saat-saat sulit, bagaimana saya bisa tetap termotivasi ?
Sang Pencipta : Selalulah melihat sudah berapa jauh saya berjalan, daripada masih berapa jauh saya harus berjalan. Selalu hitung yang harus kau syukuri, jangan hitung apa yang tidak kau peroleh.
Mannusia : Apa yang menarik dari manusia?
Sang Pencipta : Jika menderita, mereka bertanya "Mengapa harus aku?" Jika mereka
bahagia, tidak ada yang pernah bertanya "Mengapa harus aku?".
Manusia : Kadangkala saya bertanya, siapa saya, mengapa saya disini ?
Sang Pencipta : Jangan mencari siapa kamu, tapi tentukanlah ingin menjadi apa kamu.
berhentilah mencari mengapa saya di sini. Ciptakan tujuan itu. Hidup
bukanlah proses pencarian, tapi sebuah proses penciptaan.
Manusia : Bagaimana saya bisa mendapat yang terbaik dalam hidup ini ?
Sang Pencipta : Hadapilah masa lalu-mu tanpa penyesalan. Peganglah saat ini dengan
keyakinan. Siapkan masa depan tanpa rasa takut.
Manusia : Pertanyaan terakhir. Seringkali saya merasa doa-doaku tidak dijawab.
Sang Pencipta : Tidak ada doa yang tidak dijawab. Seringkali jawabannya adalah TIDAK.
Manusia : Terima Kasih YA ALLAH atas chatting yang indah ini.
Sang Pencipta : Oke. Teguhlah dalam iman, dan buanglah rasa takut. Hidup adalah misteri
untuk dipecahkan, bukan masalah untuk diselesaikan. Percayalah pada-Ku.
Hidup itu indah jika kamu tahu cara untuk hidup.
Sunday, July 24, 2011
Rahmat Allah dan setengah kilo bawang merah..............
Seringkali kita mengabaikan pemberian Allah pada kita, merasa koq doa kita gak dikabulkan, permintaan kita tidak dipenuhi, keinginan kita tidak tercapai, katanya Allah maha pemurah.. Tapi koq…
Astaghfirullah al azhiim…………...inilah yang sering kali kita lakukan, kita abaikan pemberiannya, kita cuekin semua hadiah2 itu…
Mungkin karena kita terlalu sibuk dengan urusan dunia, sehingga tak terlihat atau kita hanya memandang bahwa kalau hal2 yang kita ingini itu ,misalnya rumah besar, mobil mewah, kekayaan, uang yang banyak, itu dia baru doa kita dikabulkan, itu namanya keinginan kita tercapai, impian kita jadi nyata, dan kemurahanNya terbukti didepan mata kita, subhanallah……………...inilah manusia, tak terkecuali saya sendiri.
Kita selalu menilai sesuatu dari harganya, dari bentyuknya dan besarnya,sementara yang kecil2 terabaikan………..padahal sesunguhnya, tidaka akan ada yang besar kalau tidak ada yang kecil.
Alhamdulillah belakangan ini, setelah kesibukan kerja tidak lagi membelenggu, justru semua itu terlihat tanpa penghalang…………
Dah beberapa hari ini pengen banget bikin bawang goreng, sayang yang namanya bawang merah itu susah sekali didapat, sekalinya ada langsung habis…………..meski dah berkali2 ke asian store, tetap aja gak ada…
Memang belum rezeki, ya mau bilang apa, bagaimanapun upaya yang kita lakukan maka tetap tidak ketemu, berapapun uang di dompet, kalau tidak tersedia ya gak bisa beli.
Maka untuk sementara ya ngidam bawang goreng ini dipendam dulu aja.
Setelah seminggu berlalu, dan terlupakan, kemaren siang, tanpa disengaja ada yang ngasi bungkusan bawang merah, setengah kilo, Alhamdulillah…………..senang banget rasanya, bak ngantuk nemu bantal.
Katanya dia baru kembali dari luar kota dan mampir di sebuah toko yang menjual sebagian besar sayur mayur asia, dan beli bawang itu karena ingat kalau saya suka dengan benda yang satu ini……
Memang kalau rezeki tidak kemana, Allah selalu memberi dengan cara dan jalan yang tidak kita duga2……
Namun sayangnya seringkali kita lupa dan tak bersyukur, hal2 kecil seperti ini terabaikan dan tak menjadi perhatian kita.
Betapa rahmat Allah itu tidak terhingga, Dia beri meski tidak pada waktunya, pasti ada hikmah dibalik semuanya, terutama adalah pelajaran untuk "bersabar"……………….sabar menahan nafsu ingin makan bawang goreng……………….dan Diberikannya ketika kita telah berhasil mengendalikan nafsu selama ini dan diberi ketika kita bahkan hampir melupakannya…….subhanallah…
Kita terbiasa menganggap bahwa permintaan kita terpenuhi setelah keinginan kita akan mobil mewah , rumah besar, tabungan yang banyak, kekayaan melimpah semua itu menjadi milik kita…………..sementara keinginan yang kecil2 seperti bawang merah ini bukan merupakan terpenuhinya keinginan kita….padahal inilah bukti yang nyata……………………..
Sesungguhnya karunia Allah yang mana lagikah yang engkau dustakan?????
Curhat hari ini......................Bincang Sabtu pagi.....................................
Sabtu pagi, cuaca yang cerah dan angin berhembus sepoi2, lumayan sejuk untuk musim panas, maklum masih pagi……..disamping itu mungkin karena effect global warming barangkali, musim panas kali ini berbeda, pagi hari sejuk berkabut…….namun setelah jam 11.00 siang panas menyengat, meski tidak seperti tahun2 sebelumnya ,lumayanlah hanya di kisaran 20 -25' C saja,sementara ditempat lain hingga mencapai diatas 40 - 54'C dan meminta korban jiwa serta mulai terjadi krisis kekurangan air. Alhamdulillah masih diberi kenikmatan dalam hal ini.
Seperti sabtu2 sebelumnya, jam 08.30 pagi mengantar anak2 ke masjid, yang satu mengajar yang satu jadi murid, Alhamdulillah so far so good………….
"Bu.. ...apa khabar, lagi sibuk gak???? punya waktu gak bentar, mau curhat nih". Itu katanya sambil tersenyum dan mengajakku mojok di halaman samping masjid, dibawah rimbunan pohon palm.
Entah apa yang terjadi, dia tidak menceritakan secara detail, tapi sedang ada kerikil kecil yang mengganggu kehidupan rumah tangganya…..
Sebut saja namanya Fulani, masih muda dengan 3 orang anak yang sholeh dan sholehah alhamdulillah….pintar dan membuat bangga ibu ayahnya…..
Suami yang gagah, punya pekerjaan bagus dan gaji yang besar pastinya,
Alhamdulillah tidak ada yang kurang, semua tersedia………………..lalu apa yang kurang???
Selintas, orang melihat kehidupannya pastilah idaman setiap orang, tidak perlu resah memikirkan sewa rumah, biaya sekolah, atau mau makan apa…..
Namun ternyata manusia tidak pernah puas dalam segalanya, selalu dan selalu saja kurang dan kurang.
Fulana tidak mengeluh karena kelakuan suami ,anak2 atau kekurangan materi, alhamdulillah semuanya dia miliki, namun jauh dilubuk hatinya dia merasa ada yang kurang, entah apa itu dia tidak tau……………...seringkali dia merenung apa sesungguhnya yang dia cari dan inginkan….
Kehidupan seperti ini adalah yang dia impikan sejak gadis ramaja dulu dan kini sudah diraih dan dimiliki, lalu mengapa masih juga resah dan tidak merasa tentram??
Hari2 diliputi dengan kesibukan mengurus suami dan anak2, bercengkerama, menyiapkan keperluan mereka dan berlibur bersama jika itu memang diperlukan…..lalu mengapa??????????????????
Fulana, coba renungkan, apakah yang engkau kerjakan selama 24 jam sehari??
Apakah engkau sudah melakukan sesuatu yang bermanfaat untuk hidup dan kehidupanmu???
Dia tercenung mendengar pertanyaanku
Tentu saja karena hari2nya habis untuk keluarga dan kebahagian mereka, dan semua itu sangat bermanfaat tentunya, Alhamdulillah.
Tapi apakah engkau ingat bahwa hidup ini tidak semata mengabdikan diri pada keluargamu, justru seharusnya yang engkau abdi itu adalah Penciptamu, tidak ada yang lebih nomor satu daripadaNya, tidak suami, anak2 atau yang lainnya…..tidak juga orang tuamu..
Engkau sedang dicoba olehNya saudariku, dicoba dengan kesenangan hidup….dan apakah engkau bersyukur atas semua itu???
Suami yang gagah, anak2 yang cantik , tampan dan pintar, mobil bagus, rumah mewah, uang dan kekayaan, semua itu cobaan untukmu saudariku, sadarkah engkau????
Ketahuilah bahwa sesungguhnya cobaan melalui kekayaan, kesenangan itu lebih sulit mengatasinya dibanding dengan cobaan penderitaan, penyakit, kesulitan, kemiskinan, kematian dan sebagainya itu, jauh lebih mudah diatasi dan dilewati, karena dalam kesedihan biasanya orang merasa tidak berdaya merasa kan keterbatasan dan akhirnya sadar bahwa ada yang Maha Kuasa diatas segala2nya…...sehingga orang cenderung lebih dekat pada Sang Pencipta.
Namun kekayaan, kesenangan, uang, kemewahan, jabatan, semua itu membuat orang lupa diri, merasa super, merasa berkuasa, merasa kuat sehingga lalai , bahkan sombong, merasa tidak memerlukan siapa2 hingga akhirnya menjauh dari Dia yang memberikan semua kemewahan, kesenangan, kekayaan , harta maupun jabatan itu……..
Kamu yang lebih tau apa yg sedang terjadi pada dirimu, namun renungkanlah, bahwa semua itu hanya sementara, banyak2lah mengingat mati, karena dia datang kapan saja tanpa kita duga…………..dan semua yg kita miliki itu tidak akan mampu membantu kita, bahkan memberatkan kita….bersyukurlah dengan apa yang Dia pinjamkan padamu saat ini.
Ambil kesempatan untuk menumpuk bekal sebelum saat itu tiba.
So you better do good………….