Thursday, November 26, 2009
Indahnya diam
Kegelapan terasa sempurna
Engkau telah pergi jauh terbang melewati batas cakrawala
Memenuhi panggilan Sang Maha empunya
Menyempurnakan janji yang engkau sepakati bersama
Dahulu kala…..
Ketika kita masih belum ada dan bersua
Tinggal aku sendiri
Dengan sayap patah penuh luka
Berusaha menyembuhkan luka2ku dengan serpihan cinta yang tertinggal
Malam terasa begitu panjang dan lama
Ketika bulan tertusuk ilalang
Hatiku bak serumpun mawar dilabrak ayam
Begitu sunyi ,sepi dan hamp
Bersyukur dan kacang rebus
Aduh..kasihan benar mereka terguyur hujan..bergelantungan lagi..namun demi bisa secepatnya sampai dirumah..apapun ya dijalani.
Tidak kalah tersiksanya penumpang yang berada didalam bus…jendela tertutup rapat untuk menghindari air hujan, praktisscirculasi udara hanya dari kedua pintu depan dan belakang bus,yang juga tertutup dengan penuhnya penumpang yang berdiri hingga bergelantungan… aku memandang teman yang duduk disebelahku……..dalam hati bersyukur keadaanku setidaknya lebih baik dari penumpang bus tersebut, tidak berdesakan hingga bernafaspun terasa sulit……
Perjalanan dari blok M ke pintu toll slipi ditempuh 2 jam……….lega juga akhirnya bisa keluar dari kepadatan lalu lintas, namun toll juga tak kalah padat…….butuh waktu satu setengah jam untuk bisa sampai di pintu toll kebunjeruk , setelah itu barulah agak lancar dan 2 jam kemudian kami sudah berada di halaman parkir pelabuhan merak..menunggu ferry yang akan menyeberangkan kami ke wilayah paling ujung pulau sumatera,tepatnya Lampung.
ferry baru saja berangkat, antrian panjang mengular, sambil menunggu ferry berikutnya kami keluar dari mobil sambil melemaskan otot selelah hampir 6 jam diperjalanan, waktu menunjukkan pukul 12.30 tengah malam cuaca cerah suasana lebih ramai dari biasanya, maklum long weekend, senin libur hingga sebagian warga Jakarta memutuskan bepergian keluar kota termasuk aku dan sahabatku.
Berjalan bersamanya aku merasa aman, tubuhnya yang tinggi besar dengan ramput pendek diatas bahu membuat penampilannya terlihat jadi gagah. Kemanapun pergi bersamanya aku merasa oke oke aja dan tak perlu takut……..maklum dia seorang polisi, “wong abri koq dila wan“ begitu biasanya candaku padanya kalau sudah kalah debat…. He he he
Kami barjaan mendekati seorang bocah penjual kacang rebus…….iseng2 membeli 2 bungkus kacang untuk melewatkan waktu.
Seperti biasa…….aku mulai tanya2, mulai darinama, usia, tempat tinggal dan berapa penghasilannya .
“tinggal bareng dibedeng sebelah terminal“..katanya seraya menunjuk arah timur
“bulanannya Rp 15.000.……kita ada 8 orang semuanya pengasong disini”
Sehari semalam dia dapat Rp 15.000.…. Dipotong untuk makan 2 atau 3 kali sehari dan modal yang harus disetor ke majikan sebesar Rp 7500, jadi yang tersisa praktis cuma mengantongi sekitar Rp 2000 per hari dikali 30 hari/bulan = Rp 60.000 , dipotong sewa tempat tinggal Rp 15.000, jadi penghasilan bersihnya cuma Rp 45.000 sebulan , dari jumlah tersebut tiap 2 atau 3 bulan sekali dia kirim ke kampung untuk ibunya sebesar 50 - 60.000 rupiah.
Duh Gusti……..uang segitu dapat beli apa ya…batinku.
Lumayan mbak…..uang segitu..halal hasil keringat sendiri, dari pada nyopet atau yang lainnya serunya menambahkan.
Aku semakin terharu mendengar ceritanya…….
“Mbak naik bus yang mana? tanyanya… “kita bawa mobil sendiri seru sahabatku”.
“Oh…..“katanya sedikit heran,
“kenapa ?” tanyaku
“Biasanya orang yang bawa mobil sendiri jarang mau beli dagangan kita2 ,mbak” katanya menerangkan.
Tidak heran, sebab biasanya para pedagang sering menyebut para calon penumpang yang bawa mobil pribadi, cenderung lebih pelit , kalau mau belipun harus pake nawar mati2an dulu….itu kata sebagian mereka, tau benar tidaknya wallahu a’lam
“Maklum lah mbak….mereka itu kan orang kaya, jadi mungkin melihat kita dagang seperti ini..di udara terbuka, mungkin merasa giloo…..atau kurang bersih, takut jadi sakit perut atau apalah maka saya lebih suka menjajakan didalam bus, apalagi yang bawa anak kecil, biasanyakan suka lapar mata, lihat apa aja pengin beli…. he he he..kan jadinya dagangan saya laku…daripada nawarin ke mobil pribadi kadang di lirik juga enggak”
Aduh….aku merasa tersindir..sadar atau tidak aku juga mungkin sering bersikap seperti yang dia sebut.. tidak melirik para pengasong yang menawarkan dagangannya terutama di perempatan lampu merah atau kalau lagi macet.
Padahal mungkin mereka berharap untuk dibeli buat sekedar mengisi perut yang dari pagi mungkin belum diisi………
Mata hatiku terbuka , hari ini aku dapat dua pelajaran berharga, pertama untuk selalu bersyukur bahwa masih banyak orang lain yang kondisinya lebih buruk dari kita dan yang kedua aku belajar dari seorang bocah penjaja kacang rebus tentang sebuah sikap untuk tetap berfikir positiv mesti dalam kondisi tersulit atau terjepit sekalipun.
Sesungguhnya berfikir positiv itu sehat, seperti bocah penjual kacang rebus tersebut yang bisa berfikir positif terhadap prilaku segolongan anak manusia yang mereka sebut orang kaya dan tidak ikut2an menghakimi dengan sebutan pelit. Dia cuma seorang pengasong yang mungkin smp pun tak tamat menilik usianya yang masih sangat muda baru sekitar 14 tahun, pikirannya yang sangat sederhana namun penuh makna setidaknya buat orang seperti diriku.
Ach betapa egoisnya aku..............
Aduch…panas benar ya hari ini, enaknya mandi nech , biar gak gerah, abis sumuk banget.
Kusambar handuk dan bergegas ke kamar mandi, memutar kran shower dan byuuuuur, air mengalir deras.Untuk sesaat kubiarkan mengalir menunggu biar sedikit hangat, saolnya badan gak tahan diguyur air dingin, maklum sudah bau tanah..he he he.
Beberapa saat masuk ke bak mandi, mulai membasahi muka, tangan dan seluruh tubuh…. setelah itu, mambalikkan badan, dan mulailah bagian belakang pelan2 diguyur hangatnya air….. och….nyaman sekali dan nikmat rasanya.
Lalu mulai menggosok-gosok tangan dan bagian tubuh lainnya….tidak tergesa-gesa, sangat menikmati saat air perlahan mengguyur tubuh, menuangkan sabun pada busa penyeka badan, santai dan enjoy, sambil bersenandung pula lagi……….hmmm!!!! semua orang pasti pernah mandi dan sering mandi, tentunya bisa merasakan nikmatnya mandi, apalagi dilakukan dengan santai dan tidak tergesa2.…..uch….segaaaar banget.
Tak terasa waktu berlalu…badan terasa bersih dan segar kambali, perlahan keran air ditutup lalu mulai mengeringkan tubuh, tidak seperti waktu mandi tadi, proses pengeringan tubuh hanya sebentar mungin semenit atau dua, kemudian masih dengan bernyanyi kecil keluar kamar mandi untuk bersalin pakaian.
Selintas kulirik jam di atas meja kecil di sudut kamar , jam menunjukkan waktu jam 05.30, wooow!!!!!!!…sebelum mandi tadi, jelas jarum jam menunjuk angka 05.00, berarti aku telah menghabiskan waktu setengah jam di kamar mandi, dikuringi 2 menit buka pakain dan 2 menit pengeringan badan, praktis 26 menit badanku diguyur air dan selama itu pula air terus mengalir …………aku tertegun.
Seandainya di tampung, sudah berapa liter air yang tercurah untuk waktu 26 menit itu ya?..tiba-tiba saja pertanyaan ini melintas di benakku.
“ach….peduli amat…mandi ya mandi aja koq pake mikir2 segala sich”, kata hati kecilku yg ke-1
“iya….emang kenapa juga, yang penting enjoy….badan bersih”, kata hati kecilku yang ke-2 mendukung.
Pikiranku melayang teringat bahwa entah dimana dan kapan aku pernah melihat photo yang memenangkan hadiah “Pulitzer”, kalau gak salah, seorang bocah membasahi kepalanya dengan air kencing sapi, dan itu terjadi dibelahan lain dunia ini, di salah satu Negara Afrika.
“hmmm….tuch kan, orang lain, untuk hanya sekedar membasahi kepala yang entah sudah berapa lama tak pernah disentuh air, harus menunggu sapi buang air kecil dulu baru bisa keramas, lha ..kok kamu seenaknya saja mandi berlama-lama menghambur-hamburkan air”…..kata hati kecilku yang ke-3
“ Iya…. tau gak kamu tuch sudah berlaku zholim terhadap saudaramu sendiri”, ditimpali pula oleh hati kecilku yang ke-4.
“ ech..gak ada urusannya lagi, dia tu jauh nun disana, nach elo disini…ngapain juga dipikirin”, kata hati kecilku yang ke-1 lagi, gak mau kalah
“benar…dia dibarat elo di timur, gak ada hubungannya, jauh booo!!!, kalaupun lu buang-buang air disini, dia di sana, gak ngefeek lagi…..” seru hati kecilku yang ke-2.mendukung pendapat hati kecil yang ke-1
“ech.. bumi ini bulat, biar lu di timur dia di barat, kalau lu tetap dengan pola pikir seperti itu, buang-buang air tanpa peduli dengan orang lain , apa lu kira itu baik dan gak egois”…..sungut hati kecilku yang ke-3 kesal dengan haitiku yang ke-1 dan ke-2
“ benar… bumi ini bulat , kalau lu sedang berada diatas, nach air kan sifatnya mencari tempat yang rendah, berarti air yang lu hemat itu akan mengalir ke tempat lain yang sedang berada dibagian bawah bumi , jadi gak peduli lu dibarat..orang lain di timur akan terkena dampak positiv kalau lu gak egois alias hemat, dan begitu juga orang akan terkena dampak negativ kalau lu gak hemat, sebab airnya kosong jadi gak ada yang mengalir kebawah waktu bumi lu sedang berada diatas…..” begitu lo kata hati kecilku yang keempat sok berlogika.
Aduh…gue pusing mana yang benar ya…teori yang dikemukakan hati kecilku yang ke-empat itu memang cuma buat menyadarkan aku , tapi masuk akal juga ya kataku.
“Sudah-sudah, jangan ribut “kata komandan dari keempat hatiku, yaitu otak/benak gue sendiri.
“Bagaimanapun hidup hemat itu baik, egois itu gak baik, memikirkan kepentingan orang lain meskipun itu dibagian lain bumi, biar beribu mil jauhnya dari tempat kita tinggal ,ada baiknya untuk introspeksi diri, bahwa kita harus tetap berbagi , sebab mereka juga makhluk dan ciptaan Allh yang harus menikmati nikmatnya mandi dengan air bersih, jadi jangan dihabisi sendiri dong , egois banget sich luuu”, kata benakku, “gak usah jauh2 dibagian lain bumi,lihat tuch saudara2 kita di gunnung kidul, kalau musim kemarau,jalan berapa kilometer cuma untukngangkut seember air…tuch di ujung utara Jakarta, air susah jadi abrang mahal tau……”
Ech..itu tadi percakapan antara kempt sisi haiku, 2 sisi negativ dan 2 sisi positiv dan ditengahi oleh benakku sendiri.
Cukup keras juga untuk menyadarkanku, bahwa masih ada orang lain diluar sana yang tidak seberuntung kita dalam menikmatai karunia Allah.
Selalulah bersyukur bahwa kita masih lebih baik dibanding saudara kita yang lain, meski berada dibelahan lain dari bumi ini…nun ribuan mil jauhnya.
Catatan kecil untuk menyentil diri sendiri.
SM/CA,August 06’07
Wednesday, November 18, 2009
Kerang dan remis
Masih di pantai ..namun tempat berbeda, ada setumpuk batu dan penyangga dermaga....ternyata Allah memberi kehidupan hingga pada mahluk yang tak terlihat..
Batu2an ini dipenuhi oleh species laut yang menempel dan menjadikan batu tersebut sebagai pelabuhan terakhirnya, mendapat makan dari siraman ombak yang mendatang......
susunan kerang dan remis, alangkah indah dan rapinya,Subhanallah..seandainya saya ditugaskan untuk melakukannya tak akan mungkin bisa seindah dan serapi itu.................
Sebagian dari kerang2 yang saya abadikan, akrena debur ombak yang kencang menghalangi saya melakukan pemotretan lebih jauh lagi..
Bebatuan
Diambil di pantai Encinitas, saat itu cuaca dingin maklum musim dingin meski gak ada salju.....gak enak berada di pantai dalam suasana seperti ini, aku terduduk diatas pasir pantai memandang orang2 yang seolah menantang alam, menjemput ombak bermain selancar..
Tiba2 saja mataku tertumbu pada batu2an yang seolah disebar diatas pasir, Subhanallah terlihat begitu indah.............sesunguhnya siapa yang bisa menciptakan sebuah keindahan kalau bukan dariNya...sebab untuk orang lain mungkin pemandangan ini tidak ada artnya dan tak terlihat indah.....
Tapi itulah adanya,sunguh sebuah keindahan yang tiada tara apalagi ketika kita sedang tak tau mau berbuat apa?????
Tuesday, November 17, 2009
20 Sifat-sifat Allah
Alhamdullilah setelah mencari kesana kemari gak ketemu, tiba2 saja dapat email yang isinya sesuai benar dengan yang diinginkan dan dicari2.....
Ini dia yang saya cari2 itu , tentang sifat2 Allah yang saya pelajari puluhan tahun yang lalu ketika masih belajar disebuah sekolah madrasah Ibtidaiyah.............
Berikut rinciannya:
1. Wujud (ada)
Allah itu Wujud (ada). Tidak mungkin/mustahil Allah itu ‘Adam (tidak ada).
Memang sulit membuktikan bahwa Tuhan itu ada. Tapi jika kita melihat pesawat terbang, mobil, TV, dan lain-lain, sangat tidak masuk akal jika kita berkata semua itu terjadi dengan sendirinya. Pasti ada pembuatnya.
Jika benda-benda yang sederhana seperti korek api saja ada pembuatnya, apalagi dunia yang jauh lebih komplek.
Bumi yang sekarang didiami oleh sekitar 8 milyar manusia, keliling lingkarannya sekitar 40 ribu kilometer panjangnya. Matahari, keliling lingkarannya sekitar 4,3 juta kilometer panjangnya. Matahari, dan 8 planetnya yang tergabung dalam Sistem Tata Surya, tergabung dalam galaksi Bima Sakti yang panjangnya sekitar 100 ribu tahun cahaya (kecepatan cahaya=300 ribu kilometer/detik! ) bersama sekitar 100 milyar bintang lainnya. Galaksi Bima Sakti, hanyalah 1 galaksi di antara ribuan galaksi lainnya yang tergabung dalam 1 “Cluster”. Cluster ini bersama ribuan Cluster lainnya membentuk 1 Super Cluster. Sementara ribuan Super Cluster ini akhirnya membentuk “Jagad Raya” (Universe) yang bentangannya sejauh 30 Milyar Tahun Cahaya!
Harap diingat, angka 30 Milyar Tahun Cahaya baru angka estimasi saat ini, karena jarak pandang teleskop tercanggih baru sampai 15 Milyar Tahun Cahaya.
Bayangkan, jika jarak bumi dengan matahari yang 150 juta kilometer ditempuh oleh cahaya hanya dalam 8 menit, maka seluruh Jagad Raya baru bisa ditempuh selama 30 milyar tahun cahaya. Itulah kebesaran ciptaan Allah! Jika kita yakin akan kebesaran ciptaan Tuhan, maka hendaknya kita lebih meyakini lagi kebesaran penciptanya.
Dalam Al Qur’an, Allah menjelaskan bahwa Dialah yang menciptakan langit, bintang, matahari, bulan, dan lain-lain:
“Maha Suci Allah yang menjadikan di langit gugusan-gugusan bintang dan Dia menjadikan juga padanya matahari dan bulan yang bercahaya.” [Al Furqoon:61]
Karena kita tidak bisa melihat Tuhan, bukan berarti Tuhan itu tidak ada. Tuhan ada. Meski kita tidak bisa melihatNya, tapi kita bisa merasakan ciptaannya.” Pernyataan bahwa Tuhan itu tidak ada hanya karena panca indera manusia tidak bisa mengetahui keberadaan Tuhan adalah pernyataan yang keliru.
Berapa banyak benda yang tidak bisa dilihat atau didengar manusia, tapi pada kenyataannya benda itu ada?
Betapa banyak benda langit yang jaraknya milyaran, bahkan mungkin trilyunan cahaya yang tidak pernah dilihat manusia, tapi benda itu sebenarnya ada?
Berapa banyak zakat berukuran molekul, bahkan nukleus (rambut dibelah 1 juta), sehingga manusia tak bisa melihatnya, ternyata benda itu ada? (manusia baru bisa melihatnya jika meletakkan benda tersebut di bawah mikroskop yang amat kuat).
Berapa banyak gelombang (entah radio, elektromagnetik. Listrik, dan lain-lain) yang tak bisa dilihat, tapi ternyata hal itu ada?
Benda itu ada, tapi panca indera manusia lah yang terbatas, sehingga tidak mengetahui keberadaannya.
Kemampuan manusia untuk melihat warna hanya terbatas pada beberapa frekuensi tertentu, demikian pula suara. Terkadang sinar yang amat menyilaukan bukan saja tak dapat dilihat, tapi dapat membutakan manusia. Demikian pula suara dengan frekuensi dan kekerasan tertentu selain ada yang tak bisa didengar juga ada yang mampu menghancurkan pendengaran manusia. Jika untuk mengetahui keberadaan ciptaan Allah saja manusia sudah mengalami kesulitan, apalagi untuk mengetahui keberadaan Sang Maha Pencipta!
Ada jutaan orang yang mengatur lalu lintas jalan raya, laut, dan udara. Mercusuar sebagai penunjuk arah di bangun, demikian pula lampu merah dan radar. Menara kontrol bandara mengatur lalu lintas laut dan udara. Sementara tiap kendaraan ada pengemudinya. Bahkan untuk pesawat terbang ada Pilot dan Co-pilot, sementara di kapal laut ada Kapten, juru mudi, dan lain-lain. Toh, ribuan kecelakaan selalu terjadi di darat, laut, dan udara. Meski ada yang mengatur, tetap terjadi kecelakaan lalu lintas.
Sebaliknya, bumi, matahari, bulan, bintang, dan lain-lain selalu beredar selama milyaran tahun lebih (umur bumi diperkirakan sekitar 4,5 milyar tahun) tanpa ada tabrakan. Selama milyaran tahun, tidak pernah bumi menabrak bulan, atau bulan menabrak matahari. Padahal tidak ada rambu-rambu jalan, polisi, atau pun pilot yang mengendarai. Tanpa ada Tuhan yang Maha Mengatur, tidak mungkin semua itu terjadi. Semua itu terjadi karena adanya Tuhan yang Maha Pengatur. Allah yang telah menetapkan tempat-tempat perjalanan (orbit) bagi masing-masing benda tersebut. Jika kita sungguh-sungguh memikirkan hal ini, tentu kita yakin bahwa Tuhan itu ada.
“Dia-lah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan hak. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui.” [Yunus:5]
“Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malampun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya.” [Yaa Siin:40]
Sungguhnya orang-orang yang memikirkan alam, insya Allah akan yakin bahwa Tuhan itu ada:
“Allah lah Yang meninggi-kan langit tanpa tiang (sebagaimana) yang kamu lihat, kemudian Dia berse-mayam di atas `Arsy, dan menundukkan matahari dan bulan. Masing-masing beredar hingga waktu yang ditentukan. Allah mengatur urusan (makhluk-Nya) , menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) , supaya kamu meyakini pertemuan (mu) dengan Tuhanmu.” [Ar Ra’d:2]
“(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.” [Ali Imron:191]
Artikel lengkap tentang Bukti Tuhan itu Ada dapat anda lihat di www.media-islam. or.id
Hikmah: Kunci Iman menyembah Allah. Kalau orang tidak mempercayai Allah itu ada, maka dia adalah Atheist. Tidak mungkin bisa ikhlas dan khusyu’ menyembah Allah.
2. Qidam (Terdahulu)
Allah itu Qidam (Terdahulu). Mustahil Allah itu Huduts (Baru).
“Dialah Yang Awal ...” [Al Hadiid:3]
Allah adalah Pencipta segala sesuatu. Allah yang menciptakan langit, bumi, serta seluruh isinya termasuk tumbuhan, binatang, dan juga manusia.
“Yang demikian itu adalah Allah, Tuhanmu, Pencipta segala sesuatu..?” [Al Mu'min:62]
Oleh karena itu, Allah adalah awal. Dia sudah ada jauh sebelum langit, bumi, tumbuhan, binatang, dan manusia lainnya ada. Tidak mungkin Tuhan itu baru ada atau lahir setelah makhluk lainnya ada.
Sebagai contoh, tidak mungkin lukisan Monalisa ada lebih dulu sebelum pelukis yang melukisnya, yaitu Leonardo Da Vinci. Demikian juga Tuhan. Tidak mungkin makhluk ciptaannya muncul lebih dulu, kemudian baru muncul Tuhan.
3. Baqo’ (Kekal)
Allah itu Baqo’ (Kekal). Tidak mungkin Allah itu Fana’ (Binasa).
Allah sebagai Tuhan Semesta Alam itu hidup terus menerus. Kekal abadi mengurus makhluk ciptaannya. Jika Tuhan itu Fana’ atau mati, bagaimana nasib ciptaannya seperti manusia?
“Dan bertawakkallah kepada Allah yang hidup (kekal) Yang tidak mati....” [Al Furqon 58]
“Semua yang ada di bumi itu akan binasa. Dan tetap kekal Dzat Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan.” [Ar Rahman:26-27]
Karena itu jika ada “Tuhan” yang wafat atau mati, maka itu bukan Tuhan. Tapi manusia biasa.
Hikmah: Jika kita mencintai Allah yang Maha Kekal dan selalu ada dan menjadikanNya teman serta pelindung, niscaya kita akan tetap sabar meski kehilangan segala yang kita cintai.
4. Mukhollafatuhu lil hawaadits (Tidak Serupa dengan MakhlukNya)
Allah itu berbeda dengan makhlukNya (Mukhollafatuhu lil hawaadits). Mustahil Allah itu sama dengan makhlukNya (Mumaatsalaatuhu lil Hawaadits). Kalau sama dengan makhluknya misalnya sama lemahnya dengan manusia, niscaya “Tuhan” itu bisa mati dikeroyok atau disalib oleh manusia. Mustahil jika “Tuhan” itu dilahirkan, menyusui, buang air, tidur, dan sebagainya. Itu adalah manusia. Bukan Tuhan!
Allah itu Maha Besar. Maha Kuasa. Maha Perkasa. Maha Hebat. Dan segala Maha-maha yang bagus lainnya.
“...Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia...” [Asy Syu’aro:11]
Misalnya sifat “Hidup” Allah beda dengan sifat “Hidup” makhluknya. Allah itu dari dulu, sekarang, kiamat, dan hingga hari akhirat nanti tetap hidup. Sebaliknya makhluknya seperti manusia dulu mati (tidak ada).. Setelah itu baru dilahirkan dan hidup. Namun itu pun hanya sebentar. Paling lama 1000 tahun. Setelah itu mati lagi dan dikubur. Jadi meski sekilas sama, namun sifat “Hidup” Allah beda dengan makhlukNya.
Demikian juga dengan sifat lain seperti “Kuat.” Allah selalu kuat dan kekuatannya bisa menghancurkan alam semesta. Sementara manusia itu dulu ketika bayi lemah dan ketika mati juga tidak berdaya. Saat hidup pun jika kena tsunami atau gempa apalagi kiamat, dia akan mati.
5. Qiyamuhu Binafsihi (Berdiri dengan sendirinya)
Allah itu Qiyamuhi Binafsihi (Berdiri dengan sendirinya). Mustahil Allah itu Iftiqoorullah (Berhajat/butuh) pada makhluknya.
“.. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.” [Al ‘Ankabuut:6]
“Dan katakanlah: "Segala puji bagi Allah Yang tidak mempunyai anak dan tidak mempunyai sekutu dalam kerajaan-Nya dan Dia bukan pula hina yang memerlukan penolong dan agungkanlah Dia dengan pengagungan yang sebesar-besarnya.” [Al Israa’ 111]
Di dunia ini, semua orang saling membutuhkan. Bahkan seorang raja pun butuh penjahit pakaian agar dia tidak telanjang. Dia butuh pembuat bangunan agar istananya bisa berdiri. Dia butuh tukang masak agar bisa makan. Dia butuh pengawal agar tidak mati dibunuh orang. Dia butuh dokter jika dia sakit. Saat bayi, dia butuh susu ibunya, dan sebagainya.
Sebaliknya Allah berdiri sendiri.. Dia tidak butuh makhluknya. Seandainya seluruh makhluk memujiNya, niscaya tidak bertambah sedikitpun kemuliaanNya. Sebaliknya jika seluruh makhluk menghinaNya, tidaklah berkurang sedikitpun kemuliaanNya.
“Hai manusia, kamulah yang berkehendak kepada Allah; dan Allah Dialah Yang Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) lagi Maha Terpuji.” [ Faathir 15]
Hikmah: Tidak sombong dan memohon hanya kepada Allah. Karena Manusia ketika lahir butuh bantuan. Demikian pula ketika mati meski dia kaya dan berkuasa
6. Wahdaaniyah (Esa)
Allah itu Wahdaaniyah (Esa/Satu). Mustahil Allah itu banyak (Ta’addud) seperti 2, 3, 4, dan seterusnya.
Allah itu Maha Kuasa. Jika ada sekutuNya, maka Dia bukan yang Maha Kuasa lagi. Jika satu Tuhan Maha Pencipta, maka Tuhan yang lain kekuasaannya terbatas karena bukan Maha Pencipta.
”Allah sekali-kali tidak mempunyai anak, dan sekali-kali tidak ada tuhan yang lain beserta-Nya. Kalau ada tuhan beserta-Nya, masing-masing tuhan itu akan membawa makhluk yang diciptakannya, dan sebagian dari tuhan-tuhan itu akan mengalahkan sebagian yang lain. Maha Suci Allah dari apa yang mereka sifatkan itu” [Al Mu’minuun:91]
Katakanlah: "Dia-lah Allah, Yang Maha Esa.
Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.
Dia tidak beranak dan tidak diperanakkan, dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia." [Al Ikhlas:1-4]
Oleh karena itu, ummat Islam harus menyembah Tuhan Yang Maha Esa/Satu, yaitu Allah. Tidak pantas bagi ummat Islam untuk menyembah Tuhan selain Allah seperti Tuhan Bapa, Tuhan Anak, Roh Kudus. Tidak pantas juga bagi ummat Islam untuk menyembah 3 Tuhan di mana satu adalah yang Menciptakan, satu lagi yang merusak, dan terakhir yang memelihara.
”Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa selain dari syirik, bagi siapa yang dikehendaki- Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.” [An Nisaa’:48]
Hikmah: Tidak mempersekutukan Allah
7. Qudrat (Kuasa)
Sifat Tuhan yang lain adalah Qudrat atau Maha Kuasa. Tidak mungkin Tuhan itu ‘Ajaz atau lemah. Jika lemah sehingga misalnya bisa ditangkap, disiksa, dan disalib, maka itu bukan Tuhan yang sesungguhnya. Hanya manusia biasa.
”... Jikalau Allah menghendaki, niscaya Dia melenyapkan pendengaran dan penglihatan mereka. Sesungguhnya Allah berkuasa atas segala sesuatu.” [Al Baqarah:20]
”Jika Dia kehendaki, niscaya Dia musnahkan kamu dan mendatangkan makhluk baru (untuk menggantikan kamu). Dan yang demikian tidak sulit bagi Allah.” [Fathiir:16- 17]
Hikmah: menyadari kekuasaan Allah dan tawakal kepada Allah.
8. Iroodah (Berkehendak)
Sifat Allah adalah Iroodah (Maha Berkehendak) . Allah melakukan sesuatu sesuai dengan kehendaknya. Mustahil Allah itu Karoohah (Melakukan sesuatu dengan terpaksa).
“…Sesungguhnya Tuhanmu Maha Pelaksana terhadap apa yang Dia kehendaki.” [Huud:107]
“Allah Pencipta langit dan bumi, dan bila Dia berkehendak untuk menciptakan sesuatu, maka Dia hanya mengatakan kepadanya: "Jadilah!" Lalu jadilah ia.” [Al Baqarah:117]
“…Katakanlah : "Maka siapakah yang dapat menghalangi kehendak Allah jika Dia menghendaki kemudharatan bagimu atau jika Dia menghendaki manfaat bagimu. Sebenarnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” [Al Fath:11]
Hikmah: tawakal kepada Allah dan selalu berdoa kepada Allah
9. Ilmu (Mengetahui)
Allah itu berilmu (Maha Mengetahui). Mustahil Allah itu Jahal (Bodoh). Allah Maha Mengetahui karena Dialah yang menciptakan segala sesuatu.
Sedangkan manusia tahu bukan karena menciptakan, tapi sekedar melihat, mendengar, dan mengamati. Itu pun terbatas pengetahuannya sehingga manusia tetap saja tidak mampu menciptakan meski hanya seekor lalat.
“Dan Allah memiliki kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya, dan tidak jatuh sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu basah atau kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudz)" [Al An’aam:59]
“Katakanlah: Sekiranya lautan jadi tinta untuk menulis kalimat-kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis ditulis kalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu." [Al Kahfi:109]
“Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” [An Nisaa’:176]
10. Hayaat (Hidup)
Allah itu Hayaat (Maha Hidup). Tidak mungkin Tuhan itu Maut (Mati). Jika Tuhan mati, maka bubarlah dunia ini. Tidak patut lagi dia disembah. Maha Suci Allah dari kematian/wafat.
“Dan bertawakkallah kepada Allah yang hidup kekal Yang tidak mati...” [Al Furqaan:58]
11. Sama’ (Mendengar)
Allah bersifat Sama’ (Maha Mendengar). Mustahil Tuhan bersifat Shomam (Tuli).
Allah Maha Mendengar. Mustahil Allah tuli.
“... Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” [Al Baqarah:256]
12. Bashor (Melihat)
Allah bersifat Melihat. Mustahil Allah itu ‘Amaa (Buta).
“Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang ghaib di langit dan bumi. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.” [Al Hujuraat:18]
Hikmah: takut berbuat dosa karena Allah selalu melihat kita
13. Kalam
Allah bersifat Kalam (Berkata-kata) . Mustahil Allah itu Bakam (Bisu)
“...Dan Allah telah berbicara kepada Musa dengan langsung” [An Nisaa’ 164]
Jika kita meyakini ini, tentu kita tidak akan menyembah berhala yang tidak bisa bicara sebagai Tuhan [Al Anbiyaa’ 63-65]
Demikianlah sifat-sifat Allah yang penting yang wajib kita ketahui agar kita tahu mana Tuhan yang asli dan mana yang bukan.
Jika sifat-sifat Tuhan itu kita pahami dan yakini, niscaya kita tidak akan menyembah 3 Tuhan atau Tuhan yang Mati atau Tuhan yang Lemah, dan sebagainya. Kita hanya mau menyembah Allah yang memiliki sifat-sifat di atas dengan sempurna.
Ada pun sifat-sifat ke 14-20 sesungguhnya merupakan bentuk Subyektif/Pelaku dari Sifat nomor 7-13 yaitu:
14. Qoodirun: Yang Memiliki sifat Qudrat
15. Muriidun: Yang Memiliki Sifat Iroodah
16. ‘Aalimun: Yang Mempunyai Ilmu
17. Hayyun: yang Hidup
18. Samii’un: Yang Mendengar
19. Bashiirun: Yang Melihat
20. Mutakallimun: Yang Berkata-kata
Nama yang sangat dibenci Allah........................!!!!!!!!!!
Nama yang paling dibenci oleh Allah SWT
Hadish oleh Abu Hurairah ,Rasul SAW bersabda:" ada sebuah nama yang paling tidak baik dimata Allah SWT dan sangat tidak disukai oleh Nya pada hari pembalasan nanti, yaitu seseorang yang menobatkan atas dirinya sendiri dengan sebutan Malik Al-Amlak ( yang berarti raja dari segala raja).
Salah seorang sahabat (Sufyan) bertanya, apa yang dimaksud dengan raja segala raja??? Adalah Shahan Shah…
Dan siapakah Shahan Shah itu???
Menurut informasi yang saya baca dari sana sini dan hasil surfing di internet, yang dimaksud dengan Shahan Shan tersebut adalah orang yang berkuasa disuatu tempat dan karena kekuasaannya serta keangkuhannya maka dia berani menobatkan dirinya dengan sebutan yang sangat-sangat angkuh tersebut….
Yang pasti salah satu darinya adalah Firaun (sebelum kedatangan Islam) dan diabad ke 20 adalah Muhammad Reza Pahlevi ( Shah Iran) yang dimasa kejayaannya telah menobatkan dirinya dengan sebutan dan gelar tersebut.
Sang King of the King ini dikenal dengan life stylenya yang suka berfoya-foya dan melarang kaum perempuan menggunakan hijab dinegaranya ,diwaktu masa kejayaannya.