Tuesday, October 25, 2011

Cuhat sore ini .................berhati2lah sebelum berucap....



Berapa banyak orang yang bicara tanpa berfikir??? Apakah yang diucapkannya itu indah didengar telinga, ataukah menyakitkan hingga menusuk ke ulu hati?????



Rasanya banyak koq yang berfikir terlebih dahulu sebelum berucap, itu tidak diragukan, namun sayangnya lebih banyak yang berucap tanpa berfikir, seolah memuntahkan sesuatu dari perutnya sehingga yang keluar sering kali menjijikkan……

 

Tulisan ini terutama untuk mengingatkan diri saya sendiri, sebegitu hati2nya dikala berucap namun tidak jarang ada saja orang yang tersinggung, sakit hati, dan marah, subhanallah….

Benarlah kata sebuah pepatah yang dalam bahasa bataknya kira2 berbunyi seperti ini

 

Easy is, to talk without thinking

Difficult is, to refrain the tongue 

 

Begitu mudahnya kita mengeluarkan kata2 tanpa melalui proses penyaringan di otak, namun begitu susahnya untuk menahan diri dari menjaga lidah..

Pantas kata uajr2, lidah itu lebih tajam dari pedang, karena banyak perseteruan terjadi hanya karena perbuatan lidah yang tak bertulang..

Berapa banyak rumah tangga hancur, karena tak mampu menjaga lidah, dan berapa banyak kaum perempuan masuk neraka, karena lidahnya menari2 tanpa kendali, astaghfirullah….

 

Betapa diri ini berusaha untuk bisa berfikir sebelum berucap, betapa diri ini berusaha menahan lidah agar tak lepas kendali, namun pada kenyataannya, nafsu menguasai diri dan akhirnya penyesalan yang datang..

 

Betapa lidah yang panjangnya Cuma sepanjang jari mampu menjerumuskan manusia ke jurang penderitaan yang dalam, bahkan penderitaan panjang, yaitu neraka jahannam…..nauzubillah….

 

 

Kadangkala, kita berucap tidak bermaksud untuk melukai seseorang, namun pada kenayataannya, orang terluka, orang tersinggung, orang sakit hati………...masih untung kalau yang mendengar, mengatakan bahwa dia terluka hingga kita bisa minta maaf.

Tapi seringkali pula seseorang pergi begitu saja membawa sakit hatinya…...nah lho, bagaimana dong???? Dan inilah yang seringkali terjadi serta saya alami……

Kita tidak tau dimana yang salah yang kita ucapkan, apanya yang menyakitkan,  apa sebab membuatnya begitu sakit dan meninggalkan…..

 

Hik hik hik……...gimana mau minta maaf, gimana kita tau, dan gimana mau memperbaiki diri, kalau orang gak bilang???

Itulah pentingnya komunikasi, katakan kalau gak suka, ngomong kalau tersinggung, bicara kalau memang itu terasa menyakitkan…….jadi kita bisa tau dimana yang harus dibenarin…

 

Ech ,…… sayangnya, kita taunya seminggu kemudian itupun dari fihak ketiga…..yg tentunya sudah lain ceritanya.

Karena biasanya ,sudah ada bumbu miwon, atau ajinomotonya , sehingga tambah serulah ceritanya, seharusnya Cuma karedok, jadi gado2 dech..

 

 

Lagi bingung nih sore2 begini mau nulis apa jadi keluarlah uneg2 yang gak penting ini.

 

Ya Allah, beri hamba hidayahMu agar tiap kali berucap, tidak menyakiti hambaMu, agar tiap kali berucap hanya yang perlu, agar tiap kali berucap berfikir terlebih dahulu…aamiin.

2 comments:

  1. ada pepatah Jawa yg berbumyi "Ajining diri soko lati". Artinya, harga diri itu bisa dilihat dari lidah (kata2). Tapi, org Jawa juga yg umumnya menyembunyikan perasaan thd org lain, alias tidak mau ngomong kalau tersinggung dsb

    ReplyDelete
  2. nah itu dia mbak, susahnya kalau org tersinggung, tapi kita gak tau dimananya......tau2 dapat berita dr orang lain misalnya, si fulan marah, tersinggung oleh ucapan kita, tp yang mana tdk tau persisnya.........
    nah ini pribadi yang gak boleh dipelihara, terisnggung koq dismpan, ngomong aja langsung (berharap mode on)

    ReplyDelete