Wednesday, September 19, 2012

Apakah engkau bahagia


Apakah saya bahagia dengan apa yang saya jalanin sekarang?

Begitu pertanyaan akhir dari sebuah email yang masuk di inboxku pagi ini……..sebuah artikel panjang tentang pernikahan.
Terus terang bagiku susah untuk menjawab pertanyaan ini, karena aku benar-benar  gak punya jawabannya, dan aku gak mau berbohong pada diriku sendiri……….


Kan umumnya orang menikah karena saling mencintai, lalu apakah sesungguhnya cinta itu????
Karena aku sendiri ragu apakah aku memilikinya………..yang bagaimankah dan seperti apakah yang namanya cinta??

Kenapa harus begitu penting didalam sebuah pernikahan???sehingga kalau cinta tak ada orang-orang berani memvonnis dan mengatakan si Fulan tidak bahagia karena mereka menikah tanpa didasari cinta..



Ach Engkau Maha Tau...Subhanallah


Migrasi dari MP
July 25'2009

Waktu menunjukkan pukul 01.30 pm....jam terakhir sebelum pelajaran selesai.
Hari ini adalah hari dimana murid2 sedang melaksanakan test kwartal ketiga dibulan ini, sabtu besok adalah graduation day , kemudian libur 2 bulan selama ramadhan dan idul fitri...
Ketika aku sedang asik berbincang2 dengan 2 rekan lainnya di kantor sekolah, seperti biasa adalah hal yang lumrah murid2 datang dan menanyakan sesuatu, tiba2 seorang gadis remaja murid kelas 3 bertanya, pada sister yg berdiri santai didepan pintu...:
"Assalamualaikum sister, could you tell me why our book is written in details in the day of  judgement?"..tanyanya.
Sister Ella yang berdiri di pintu menjawab ..panjang lebar ,dan aku tidak memperhatikan apa isi pembicaraan karena sedang bicara dengan sister satunya lagi.
Tiba2 dia bertanya padaku,:" sister Yasmine , could you please help her...I explained but seems she is not satisfied whit what I have told about..."
Mulanya ku kira dia berkata kenapa hadist ditulis begitu detail, dan aku jelasin seadanya karena itu merupakan perilaku Rasul SAW yang tidak disebutkan di dalam AL Quran dan hendaknya kita ikuti....seperti tata cara sholat, tata cara wudhu.....ech ternyata aku salah ..
"I am not asking abt hadist or sunna.....I am asking about our book....?"katanya cemas.
"Och..I am sorry", kataku dan apakah itu suatu kebetulan??? wallahua'lam rasanya tidak, sebab 2 hari terakhir ini aku sedang terpaku pada QS 17 alias Al Israa....
"Do you remember QS 17 : 13 ???? it's saying :"Every man's fate, we have fastened , On his own neck, on the day of judgement , we shall bring out from him a scroll which he will see spread open"...
Seandainya sekarang saya tanya kamu, apa yang sudah kamu lakukan tadi malam??? kamu akan  menjawab semuanya, tapi tidak 100% detail seperti apa yang benar2 kamu lakukan, hanya garis besarnya saja, dan tidak ada yang tau apakah itu benar atau tidak.......
Tapi pada hari pengadilan nanti, Allah bertanya apa saja yang kamu lakukan selama hidup ini??? kamu gak bisa bohong karena tangan , kaki, mata, telinga semuanya berbicara, dan jikapun kamu hendak menyanggahnya maka buku catatan amalmu yang tergantung dilehermu akan menceritakan semuanya dengan sedetail2nya sehingga apa2 yang tidak kamu ingat jadi teringat..........seperti sebuah slide show dipertontonkan didepanmu............."...
"waw.........I don't know that", katanya sambil termangu.
"Yup I remember that ..you told me couple months ago but I barely explained, since I don't remember all the details of the answer":, sister Marty berujar.
Jadi bukan suatu kebetulan kalau saya terpaku pada surat tersebut selama 2 hari ini, Allah sudah merencanakan semuanya dan Dia sudah tau bahwa 2 hari kemudian akan ada seorang gadis remaja anak SMA yang akan menanyakan soal itu dan saya harus memberikan penjelasan padanya...........Subhanallah.............sungguh Engkau Maha tau..

Ketakutan pada lampu merah


Migrasi dari MP
July 17'2009

Hari ini Sabtu, July 25' 2009 , waktu sudah menunjukkan sekitar pkl 09.36 pagi, matahari menyengat menandakan hari ini bakal panas seperti kemarin sekitar 36'C, maklum summer .
Setelah selesai sarapan aku menyuruh anak2 bersegera , sebab kelas akan dimulai pkl 08.55 tepat…

Kunyalakan mesin mobil , memutar tombol AC diposisi high……..hingga panas yang terperangkap didalam mobil keluar dan kami bisa melakukan perjalanan ke mesjid dengan nyaman.

Tepat pkl 09.40 berangkat , lalu lintas tidak terlalu macet,
 namun …..gak tau kenapa hampir di tiap prapatan jalan aku berada pada posisi lampu dalam kondisi merah… sehingga perjalanan jadi agak lebih lama.

Setelah keluar dari freeway aku harus belok kanan dimana dinyatakan dengan jelas, "no turn on red?"
…ketika sampai dibelokan lampu yang tadinya kuning berganti merah dan aku nekat menerobos….
karena jalanan sepi…………

Namun apa yang terjadi
……….begitu melewati belokan jantungku serasa berdebar kencang sekali , ketakutan melanda, bagaimana seandainya polisi melihatku????...... atau ada pengendara lain dibelakangku yang iseng dan menelepon polisi karena pelanggaran yang aku lakukan…………..alamak……....bakalan dapat denda tilang sekitar $ 451,-- suatu jumlah yang lumayan banyak, dan entah konsekwensi apa lagi dibelakangnya…

Ketakutan itu melanda begitu hebat hingga sekitar 100 meter didepan, ketika aku harus berhenti karena lampu merah menyala, dan  dari arah depan di jalur yg berlawanan  ,sebuah mobil polisi sedang berhenti juga …...
 melihat itu debar jantungku bertambah kencang dan aku benar2 merasa takut yang tak pernah aku rasakan dan pikirkan….badan sontak terasa panas dingin dan meriang ..perasaan yang sangat2 mengerikan............

Tiba2..aku sadar, ketakutan ini tidak wajar….aku merasa ada yang salah, tidak seharusnya aku ketakutan seperti itu.
Dalam hati aku berdoa,,,,,"Ya Allah…kenapa aku sampai seperti ini ketakutannya????""
Terus terang aku malu pada Allah, ketika aku dengan tidak sengaja atau malah disengaja tidak melakukan perintahNya ......tak ada perasaan apa2 yang timbul.......tak ada rasa bersalah apalagi ketakutan hingga merasa panas dingin dan meriang seperti ini……..bukankah justru seharusnya lebih takut??
"Ya Allah please forgive me,…aku ingin perasaan yang sama muncul dan menderaku ketika aku melanggar atau tidak mematuhi perintahmu……..aku mohon kepadamu, hukumlah aku dengan perasaan dan ketakutan serupa, kekhawatiran yang sama serta  kecemasan  , ketika aku tidak mematuhi perintah mu ............. "
Tidak terasa air mata membasahi pipiku…………perasaan dan permohonan sesaat, mungkin tidak lebih dari 5 menit yang menghantarku sampai ke depan mesjid…dan memulai tugas sebagai tenaga sukarela  untuk "Saturday school " disana……………
Perasaan yang membuatku tak mampu turun dari mobil, beban yang berat yang kuangkut dipundak dan malu yang tidak tertahankan pada diri sendiri dan pada Dia sang Pencita Allah azza wa Jalla terutamanya..