Tuesday, December 15, 2009

Menikmati rasa sakit……..

Entah kenapa beberapa hari belakangan ini aku teringat perjuangan seseorang yang begitu gigih melawan yang namanya penyakit dan tak pernah mengeluh sedikitpun. Malah aku yang seringkali diam-diam menangis melihat penderitaannya..dan kalau tangisku tak bisa disembunyikan justru dia yang memberi hiburan buatku…. Masya Allah…..alangkah tabahnya dia, meski pada akhirnya kegigihannya tidaklah cukup untuk menaklukkan penyakit, dia kalah dan kembali kepangkuanNya……..

Kata2nya selalu terngiang ditelingaku, bahwa penyakit itu adalah salah satu dari sekian banyak nikmat Allah,maka terimalah dengan rasa senang hati tawaqal dan ikhlas seperti ketika kita menerima kesenangan , dan hal ini tertuang didalam AQ: 55 (Ar Rahman) yang diulang2 sebanyak 31 kali.

"Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?"..what a beautiful ayat……..!!!

Ya…. hidup ini merupakan nikmat karunia yang diberikan Allah pada kita, susah-senang, sehat -sakit, sedih- gembira, siang -malam, dst……lalu kenapa kalau kita sakit sedikit saja terus mengeluh?

Koq kenapa gue sakit?koq gue gak sembuh-sembuh ya, sakit lagi sakit lagi, seolah hari demi hari hanya dihiasi dengan penyakit terus menerus.

Bosan berobat, dari mulai puskesmas dekat rumah sampai rumah sakit besar bahkan yang termahal ,koq ya enggak sembuh juga……… obat dan obat lagi…bosaaaaan!!!!!!!!

Kapan sembuhnya?

Bahkan berani menggugat dan mempertanyakan keputusan Allah. Apa sich maunya Allah……….. kalau emang sudah saatnya gue harus dipanggil ya sudah dech mati aja, duch nantangin  banget dech keliatannya, jangan disiksa begini…..gak tahaaaannnnnnn!!!!!!!!

 

 

Ngomong-ngomong apa ada ya orang yang seperti itu? Ngambek ama Allah…..karena sakit! Subhanallah…!!!!!!

 

Bukankah sudah dikatakan bahwa sakit itu juga salah satu bentuk dari sekian banyak nikmat Allah?

Bahkan didalam rasa sakit yang kita derita meski itu hanya tertusuk duri, Allah mengambil dan mengurangi sedikit dari dosa kita ,jadi timbangan dosanya berkurang meskipun sedikit,

Nach dikasih nikmat koq tidak terima ech…. malah mengeluh, seharusnya berterimakasih dan bilang Alhamdullilah dong, itu tandanya Allah sayang sama kita, dikasih nikmat meski nikmatnya dalam bentuk sakit .

 

Nikmat bukan cuma dalam bentuk kesenangan saja, sakit juga nikmat,jadi jangan dikira kesusahan,kesedihan, dan sakit saja yang disebut cobaan, kesehatan, kekayaan, kegembiraan semuanya itu juga cobaan sekaligus nikmat, sesungguhnya beruntunglah orang2 yang diberi nikmat berupa cobaan kesusahan.kesedihan,sakit dan sebagainya, sebab biasanya dalam kondisi seperti ini, orang cenderung lebih dekat pada Allah, merasa tak berdaya dan sangat membutuhkan Dia sebagai pelindung dan penguat. Jadi dari segi batin lebih dekat sama Allah...

Sementara orang yang diberi nikmat cobaan berupa kekayaan ,kesenangan, kegembiaraan..biasanya cenderung terlena bahkan malah lebih jauh dari Allah, sibuk menikmati kesenangan yang diterima……...

Lagian katanya orang yang diberi cobaan itukan karena disayang sama Allah….nach seharusnya kita bahagia dong disayang sama Allah……….bukan sebaliknya malah bersedih atau bermuram durja.

Jadi terimalah apapun itu nikmat dari Allah dengan penuh keikhlasan .jangan pertanyakan maksud Allah, karena itu rahasiaNya dan hanya Dia sajalah yang maha mengetahui.

Apa dan kenapa ?? kita enggak akan pernah tau......sebab sesungguhnya kita sedang menjalankan peran dalam dunia sandiwara……..…..

Maka mari kita belajar untuk ikhlas dalam menerima cobaan dari Allah, apa itu cobaan dalam bentuk kesenangan, kesusahan, kesehatan, penyakit dll dll.

Soal apakah kita sudah mau meninggalkan dunia atau apa itu terserah

Allah saja, jangan mempertanyakan tentang putusan Allah atau malah menyalahkan diri sendiri, karena kita menderita sesuatu penyakit ,dengan kata lain positiv thinking aja dech.

Anggap aja kita masih akan hidup 100 tahun lagi dengan tujuan agar bisa jadi

muslim yang lebih baik syukur2 bisa jadi IHSAN, Insya Allah ..dan bisa beramal lebih banyak sehingga pundi2 akhiratnya jadi penuh.

Nasib kita masing2 sudah ditulis di buku "lauh mahfuz", jadi apapun itu yang terjadi , kita itu cuma melakoni saja, persis panggung sandiwara, kita ini aktor yang sedang memainkan perannya dan sutradaranya itu Allah, panggung kan ada akhirnya, Insya Allah berakhir baik, mungkin dalam episode kali ini kita dapat peran jadi orang sakit sampai sekian episode, setelahnya sembuh dan dapat peran jadi nyonya besar yang kaya raya, dengan harapan tidak lupa pada Allah dan tetap ingat denganNya , Insya Allah ..semoga.

 

Jadi kalau kita sedang sakit terimalah dengan ikhlas dan tawakkal ,mintalah kekuatan, ketabahan, kesabaran padaNya,Insya Allah akan diberi kekuatan, kesabaran dan ketabahan dalam menghadapinya, semoga bermanfaat. 

Waasalam

 

No comments:

Post a Comment